loading...
Showing posts with label pidana. Show all posts
Showing posts with label pidana. Show all posts
Warga Luar Batang gugat Ahok ke PTUN

Warga Luar Batang gugat Ahok ke PTUN

10:56 PM Add Comment
 Yusril Tantang Ahok Dialog di Luar Batang
JAKARTA  – Kuasa hukum warga Luar Batang Yusril Ihza Mahendra berencana melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait rencana penggusuran kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dia menginginkan agar pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta membatalkan penggusuran tersebut. Sebab sejumlah warga yang tinggal di Luar Batang telah memiliki sertifikat maupun akta kepemilikan tanah.
“Jelas sekali masyarakat Luar Batang itu punya sertifikat tanahnya. Jangan bilang itu tanah negara, negara tidak memiliki tanah tapi menguasai tanah,” ujar Yusril ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/4/2016), dikutip dari cnnindonesia.
Yusril menilai, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak bisa membuktikan bahwa tanah tersebut milik pemprov DKI Jakarta.
Sebab jika pemprov menginginkan kepemilikan tanah harus meminta pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengeluarkan sertifikat atas nama mereka.
“Bukan karena itu tanah kosong terus milik pemerintah DKI. Tapi kalau mau tanah itu ya harus mohon ke BPN, sama seperti perorangan atau swasta,” katanya.
Jika memang tanah yang ditempati warga Luar Batang itu milik pemerintah DKI, lanjut Yusril, mereka harus menunjukkan sertifikat tanah yang sah. Ia akan segera mengajukan gugatan secepatnya karena pemprov DKI disebut akan menggusur Luar Batang pada Mei mendatang.
“Semoga saja ada keputusan pengadilan untuk menghentikan kegiatan ini,” tuturnya.
Yusril juga akan menyurati panglima TNI agar tak lagi mengerahkan personelnya untuk membantu mengamankan penggusuran. Selama ini, pemprov DKI dinilai berlebihan lantaran selalu mengerahkan personel dalam penggusuran.
Menurutnya, tugas pokok TNI adalah menangkal ancaman dari luar dan menangani masalah pertahanan. Ketimbang mengamankan penggusuran, TNI dinilai lebih pantas menangani pengamanan objek vital negara atau lembaga kepresidenan.
“Jadi walaupun itu permintaan gubernur DKI untuk mengamankan penggusuran di Jakarta, mestinya TNI menolak karena memang tidak dibutuhkan kekuatan TNI,” ucapnya. (azm/arrahmah.com)
Pasukan TNI Kembali Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Papua-PNG

Pasukan TNI Kembali Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Papua-PNG

5:28 PM Add Comment
 Pasukan TNI Kembali Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Papua-PNG
Jakarta - Pasukan TNI menemukan ladang ganja yang ditanam di dalam hutan perbatasan di wilayah RI - Papua Nugini (PNG) tepatnya sekitar kampung Kalilapar Distrik Waris Kabupaten Keerom, Papua. Temuan ladang ganja ini ditemukan oleh Satgas Pamtas 406/CK Pos Kalimao saat berpatroli.

Komandan Pos Kalimao Lettu Inf Buyung Asmoro mengatakan sebanyak 23 batang pohon ganja dengan ukuran berkisar 2,5 meter hingga 3 meter. Temuan puluhan batang pohon ganja itu berasal dari kebun salah satu warga di kampung Kalilapar.

"Saat melaksanakan patroli keamanan di sekitar hutan Kampung Kalilapar yang berjarak sekitar 5 km dari Pos Kalimao. Salah satu anggota melihat kebun yang ditanami cabe, jagung dan tembakau, di antara tanaman itu ada yang mirip dengan pohon ganja, setelah dicek ternyata benar pohon ganja," ungkap Buyung dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/4/2016).
Pohon ganja


Kini puluhan pohon ganja itu telah diamankan di Pos Satgas Pamtas 406/CK dan akan diserahkan kepada Kolakopsrem 172/PWY. Di samping itu, Danrem 172/PWY Kolonel Inf Sugiyono turut mengimbau kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 406/CK yang berada di Komando Taktis dan jajaran pos depan, agar selalu  aktif melaksanakan patroli dan sweeping serta anjangsana ke rumah masyarakat untuk mengumpulkan informasi terkait ladang ganja yang tumbuh subur di kawasan perbatasan RI-PNG.

"Berkaitan dengan hal tersebut, setiap pos yang ada di daerah perbatasan akan rutin dilaksanakan patroli. Agar tidak ada pengembangan lahan ganja di daerah perbatasan atau daerah perkebunan warga," tuturnya.


(adf/imk) sumber detikcom
Jika Diamkan Kasus HAM, Negara Terus Dihantui Beban Sejarah

Jika Diamkan Kasus HAM, Negara Terus Dihantui Beban Sejarah

5:23 PM Add Comment
 Jika Diamkan Kasus HAM Negara Terus Dihantui Beban Sejarah
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif meminta pemerintah untuk mencari solusi tepat dalam penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu.

Maarif mengungkapkan dirinya pernah ditemui oleh sejumlah korban peristiwa 1965. "Saya tidak tahu mengapa mereka datang, mungkin karena saya sudah tua dan tidak punya kepentingan politik macam-macam," ujar Maarif dalam simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965, di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).

Dia berharap melalui simposium, negara hadir dan mencari jalan penyelesaian kasus HAM tersebut. Jika negara diam maka beban sejarah akan selalu menghantui. "Saya sudah hampir 82 tahun dan saya ingin bangsa ini berterus terang," ungkapnya.

Dia menilai, penuntasan tragedi 65 terbilang lambat. Seharusnya hal itu sudah dilakukan semasa Presiden Soeharto dan Jenderal Nasution masih hidup.

Kendati demikian, kata dia, pemerintah saat ini belum terlambat untuk menyelesaikan. "Kalau kita agak menekan subjektivitas atau kepentingan kelompok kita dengan mengedepankan bangsa, rakyat," tuturnya.

(dam) sumber : sindonews.com
dibaca 3
Sel Mewah Lapas Porong Layaknya Hotel Kelas Melati

Sel Mewah Lapas Porong Layaknya Hotel Kelas Melati

5:10 PM Add Comment
 Sel Mewah Lapas Porong Layaknya Hotel Kelas Melati
SIDOARJO - Tidak semua kamar tahanan atau sel di dalam lembaga permasyarakatan tampak kumuh dan kusam, sehingga terkesan tidak layak huni. Ada juga kamar tahanan yang mirip hotel melati.

Seperti yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas 1 Surabaya Porong-Sidoarjo. Saat razia petugas BNN dan Polda Jatim, Senin 18 April 2016 malam, terungkap ada kamar tahanan layaknya hotel melati.

Kamar itu terdiri dari beberapa dan dihuni satu orang narapidana. Fasilitasnya hiburan alat elektronik seperti TV, DVD player, serta kipas angin, dan tempat tidur ala spring bed dengan sprei indah.

Kamar tahanan spesial yang terkesan mewah ini biasanya digunakan untuk napi kasus korupsi dan narkoba yang mendapat perlakuan khusus di dalam lapas.

Dengan dilengkapi sejumlah alat elektronik TV plus DVD player serta hiasan wallpaper pada bagian dinding kamar, membuat kamar tahanan ini terkesan bukan sebagai kamar tahanan dalam lapas.

Apalagi dengan kasur yang empuk ala springbed dan kamar mandi di dalam kamar, serta kipas angin yang bisa membuat suasana dingin kamar, membuat kamar tahanan makin indah seperti layaknya kamar penginapan.

Bahkan kamar tahanan spesial ini hanya dihuni untuk satu orang. Sejumlah kamar tahanan yang tampak seperti kamar penginapan kelas melati ini bekas dihuni mantan Bupati Mojokerto Achmadi dan mantan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso.

Sejumlah sejumlah napi kasus narkoba yang menjalani masa tahanan lebih dari lima tahun juga menempati kamar ini. Para napi di kamar ini juga boleh memelihara binatang peliharaan, seperti kucing anggora.

Menanggapi temuan itu, Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Jatim Djoni Prayitno membantah adanya kamar tahanan mewah dalam lapas.

Namun saat awak media membuktikan dan melaporkan adanya kamar tahanan mewah itu, Djoni cepat-cepat menyatakan akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan.

Pihak Kanwil Hukum dan HAM Jawa Timur menjanjikan akan mengambil tindakan tegas jika memang ada kamar tahanan mewah di dalam Lapas Porong yang merupakan lapas terbesar di Jawa Timur ini.


(san)
Nenek yang Tinggal di Tanjung Sani Ini Ketahuan Simpan Ganja

Nenek yang Tinggal di Tanjung Sani Ini Ketahuan Simpan Ganja

6:24 PM Add Comment

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)
LUBUK BASUNG – Seorang nenek bernama Elida (61) ditangkap polisi karena menyimpan daun ganja di rumahnya di Tanjung Sani, Agam.
Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono, Kamis (7/4) mengatakan saat ini Elida diamankan di Mapolres setempat untuk penyidikan lebih lanjut.
“Elida diamankan beserta tersangka lainnya yang tertangkap lebih duluan di salah satu warung di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, atas nama Sawaludin (27),” tambahnya.
Dijelaskan, tersangka diringkus setelah pengembangan penangkapan Awaludin di warung milik Epa (35) di Sungai Batang, Tanjung Raya, Rabu sekitar pukul 15:20 WIB.
Saat itu, petugas yang melakukan penggeledahan menemukan empat paket ganja pada jaket milik tersangka.
“Kami juga mengamankan dua unit telepon genggam dan uang diduga hasil penjualan daun ganja sebesar Rp52.000,” sebutnya.
Kepada petugas, Awaludin mengaku ganja itu diperoleh dari DS (34), warga Jorong Pandan, Nagari Tanjung Sani, Tanjung Raya, dengan jarak dari lokasi penangkapan sekitar delapan kilometer.
Mendapatkan informasi itu, polisi langsung menuju rumah DS. Tetapi yang membuka pintu ibunya, Elida. Setelah itu, Elida mencoba menghalangi anggota untuk menggeledah rumahnya dengan cara menutup pintu.
Setelah menutup pintu, Elida berusaha untuk menyimpan daun ganja ke daerah lain. Namun anggota berhasil membuka pintu dan langsung mengeledah.
Dari hasil pengeledaan, anggota berhasil menemukan 20 paket daun ganja berukuran kecil dan sedang, yang disimpan dibawah tempat duduk dan di bawah kasur.
“Saat pengeledahan, Elida memegang kaleng rokok dan anggota mencoba untuk meminta. Dengan kejelian anggota, Elida menyerahkan kaleng rokok tersebut dan teryata kaleng rokok itu berisi daun ganja,” katanya.
Sementara Elida mengaku tidak mengetahui di dalam kaleng rokok itu berisi daun ganja, karena kaleng tersebut biasanya tempat menyimpan uang miliknya.(aci)
sumber:antara
Mengejar Santoso, Kepala BNPT: Hutan di Poso Lebat Sekali!

Mengejar Santoso, Kepala BNPT: Hutan di Poso Lebat Sekali!

5:07 AM Add Comment
Jadi DPO Kasus Terorisme, ini Profil Istri Santoso
Jakarta - Santoso masih diburu. Dia dan kelompoknya bersembunyi di hutan di Poso, Sulteng. Pasukan gabungan TNI/Polri terus mengepung Santoso.

Namun seperti disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian, Senin (4/4/2016), medan di Poso cukup berat.

"Ini lagi dilakukan operasi tangkap, tapi kan mereka di hutan, bergunung-gunung jadi ibarat mencari tumpukan jarum dalam tumpukan jerami. Ini problemnya medan saja," jelas Tito di KemenPAN RB.

"Medan terberat di Indonesia itu satu di Papua, dua di Poso. Terlebatnya di sana. Saya pernah di Aceh. Di Aceh itu kalah lebatnya hutannya dengan ada yang di Poso. Hutannya lebat sekali, rapat sekali wilayahnya gunung-gunung luas sekali. Ditaruh 10 ribu orang di sana juga nggak bisa nutup itu. Jadi problemanya adalah masalah medan," tutup dia. 
(dra/dra) sumber : detik.com
Kapolri dan PP Muhammadiyah Bahas Siyono

Kapolri dan PP Muhammadiyah Bahas Siyono

4:53 AM Add Comment
Kapolri dan PP Muhammadiyah Bahas Siyono
Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan pertemuan yang dilakukan dengan PP Muhammadiyah. Pertemuan diisi dengan diskusi masalah terorisme dan radikalisme, salah satunya juga soal Siyono.

"Intinya ke Polri ada beberapa hal disampaikan pertama silahturahmi, kedua mengajak berdiskusi masalah terorisme radikalisme," jelas Badrodin di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/4/2016).

PP Muhammadiyah yang hadir dalam pertemuan di Mabes Polri antara lain Ketum PP Muhammadiyah Haidar Nasir, Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas dan lainnya. 

Salah satu yang disinggung mengenai proses autopsi Siyono yang dilakukan Muhammadiyah. Istri Siyono, Suratmi mengadu ke Muhammadiyah soal suaminya yang meninggal saat dibawa Densus 88.

"Tadi Pak Busyro ngasih masukan proses di sana begini-begini ya kami terima nanti kita cocokan, kami juga proses. Tunggu hasil nanti cocokan hasil pemeriksaan internal," jelas Badrodin.

Badrodin juga mengungkapkan proses di Propam sudah selesai pemeriksaan pada petugas Densus 88.

"Ada perlawanan kenapa tidak borgol? Itu prosedur kooperatif ya berarti risiko kamu. Saya katakan, ya semua tentu harus dijelaskan. Oleh karena itu saya sampaikan silahkan lanjutkan itu bagian dari kontrol sosial," tuturnya.

Jadi, soal risiko ketika terduga teroris ditahan dan melawan sepenuhnya di tangan petugas itu.

"Kan disesuai pelanggaran apa kalau SOP ya, pasti kode etik. Itu kalau pelanggaran meninggal, ditebak ya itu pidana kan. Kita belum tahu hasilnya," tutup dia. 
(ed/dra) sumber : detik.com
Ini Penampakan Istri Santoso Menenteng Senjata di Hutan Poso

Ini Penampakan Istri Santoso Menenteng Senjata di Hutan Poso

4:21 AM Add Comment

etiIni Penampakan Istri Santoso Menenteng Senjata di Hutan Poso

Jakarta - Jamiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi (28), ikut bersama suaminya, Santoso alias Abu Wardah, pimpinan MIT, bergerilya di hutan di Gunung Biru, Tangkura, Poso. Selain Atun, ada 2 akhwat lainnya yang juga istri dari 2 pengikut Santoso. Seperti apa penamapakan mereka di hutan?

detikcom mendapatkan foto eksklusif ketiga 'bidadari' saat sedang berada di hutan di atas gunung bersama Santoso Cs. Ketiganya mengenakan hijab dan bercadar warna hitam.

Salah satu perempuan terlihat memanggul senjata api laras panjang, tengah menyeberangi sungai kecil. Salah satu lainnya tampak sedang berjongkok dan membidik dengan senjata api laras panjang.

Foto-foto tersebut didapatkan dari handphone tersangka MAQ alias Brother yang juga pengikut Santoso yang kemudian disita oleh petugas sebagai barang bukti.

Seorang perwira yang terlibat di Satgas Tinombala menyebut, ketiganya bergabung bersama para suaminya sejak Desember 2014 lalu. Istri Santoso meninggalkan anaknya yang berusia 1,5 tahun yang dititipkan kepada kerabat Santoso.

"Berdasarkan keterangan tersangka MAQ alias Brother, bahwa istri Santoso dan 2 akhwat lainnya itu ada di hutan-hutan di Gunung Biru," ujar seorang perwira yang terlibat di Satgas Tinombala kepada detikcom, Senin (4/4/2016).

Selain istri Santoso, ada 2 wanita yang merupakan istri dari anggota Santoso yang juga ikut bergerilya di atas Gunung Biru, Kecamatan Tangkura, Kabupaten Poso itu. Keduanya adalah Nurmi Usman alias Oma (istri Basri) dan Tini Susantika alias Umi Farel (istri Ali Kalora).

Informasi tersebut juga dikuatkan oleh pengakuan 2 anak buah Santoso lainnya yakni Aco dan Genda. Keduanya saat ini tengah menjalani hukuman di sebuah lapas.

"Dari keterangan napi Aco dan Genda, mereka mengantar ketiga akhwat itu naik ka Gunung Biru," cetusnya.

Soal keterlibatan istri Santoso dan 2 'bidadari' lainnya itu, dibenarkan oleh Kapolda Sulteng yang juga Kepala Penangung Jawab Satgas Tinombala Brigjen Rudy Sufahriadi.

"Ketiga akhwat tersebut sudah masuk dalam daftar DPO yang telah kami rilis," ujar Rudy.
baca juga :

(dra/dra) sumber : detik.com
Mayat DPO Rampok di Mangilang Tiba di Payakumbuh, Rekannya Diamankan di Mapolres Limapuluh Kota

Mayat DPO Rampok di Mangilang Tiba di Payakumbuh, Rekannya Diamankan di Mapolres Limapuluh Kota

12:52 AM Add Comment

  Mayat DPO Rampok di Mangilang Tiba di Payakumbuh, Rekannya Diamankan di Mapolres Limapuluh Kota
PAYAKUMBUH  Jenazah Raf, tersangka anggota kawanan rampok 'The Bandits' yang tewas dalam operasi penyergapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di wilayah Langgam, Kabupaten Pelalawan akhirnya tiba di Payakumbuh pukul 21.15 Wib. Jenazahnya langsung di titip di ruang mayat Rumah Sakit Adnan WD.
Raf  tewas setelah ditembak setelah sempat melakukan perlawanan kepada aparat kepolisian Limapuluh Koto yang melakukan penyergapan di tempat persembunyiannya di salah satu kawasan perkebunan di daerah Langgam, pelalawan Riau. 
Saat itu, dia sempat menyerang aparat kepolisian dengan menggunakan sebilah parang. Sempat mendapat tembakan peringatan, Raf malah nekat melarikan diri, sehingga akhirnya polisi melepaskan tembakan ke arah paha dan kaki. 
Dia tewas dalam perjalanan dari Langgam ke Pekanbaru karena pendarahan dan tidak tertolong saat dibawa ke RS Bhayangkara di Pekanbaru.
Raf sendiri diduga merupakan salah seorang anggota pelaku perampokan dan perkosaan yang terjadi di daerah Manggilang, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa bulan lalu. Pasca kejadian itu, tersangka Raf bersama rekannya Ang, kabur ke daerah Pekanbaru, Riau. 
Menurut keterangan Kanit Patroli Polres 50 Kota, Atmaji sugeng, ia dan dua anggota, Dodi dan Dahman Panjaitan sengaja menunggu mobil ambulan Biddokkes polda riau, di perbatasan Riau dan Sumatera Barat.
"Jasad Rafi dibawa langsung ke RSUD Adnan Wd untuk disemayamkan, sedangkan tersangka Agil langsung di bawa ke Mako Polres " ujar Atmaji menjelaskan disela-sela kesibukan memasukkan jasad Rafi ke kamar mayat.
"Untuk info lebih lanjut hubungi Kapolres AKBP Bagus", ujar kanit patroli Atmaji seperti dilansir dari Minang terkini. (R01/MT) SUMBER : (RIAUSKY.COM)-
13 Ribu Ibu Rumahtangga di Sumbar Pengguna Narkoba

13 Ribu Ibu Rumahtangga di Sumbar Pengguna Narkoba

5:32 AM Add Comment

Hasil gambar untuk narkoba

PADANG – Indonesia darurat narkoba, di Sumbar angkanya relatif mengkhawatirkan. Total ada 65 ribu pengguna aktif, 13 ribu diantaranya ibu rumah tangga. Itu data dari Badan Narkotika nasional provinsi (BNNP) Sumbar. Melihat data ini, DPRD Sumbar ajak Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota untuk laksanakan program gerakan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
“Selama ini pemerintah daerah masih belum total soal pemberantasan narkoba. Seolah semuanya dilimpahkan ke BNNP. Seharusnya pemerintah juga serius. Sehingga benar-benar ada gerakan yang terasa di tengah masyarakat,” ujar Ketua Komisi V, Apris Yaman, Selasa (29/3).
Dia menjelaskan angka 65 ribu itu sudah relatif besar. Bahkan 13 ribu ibu rumah tangga. Semuanya harus dihentikan ditekan hingga paling minim. Untuk itu, kata dia, tak bisa hanya dengan mengandalkan BNNP. (titi) sumber : hariansinggalang.com

WNI Disandera, Tantowi Yahya: Jika Mentok, Sikap Tegas Harus Dilakukan

WNI Disandera, Tantowi Yahya: Jika Mentok, Sikap Tegas Harus Dilakukan

4:59 AM Add Comment
 
Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya menganjurkan agar pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mengedepankan diplomasi dengan Filipina terkait penyanderaan terhadap 10 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga dilakukan kelompok Abu Sayyaf.
“Sesuai dengan kebiasaan dan etika diplomasi, kita gunakan dulu perwakilan kita di Manila dibantu oleh BIN untuk melakukan komunikasi dengan kelompok Abu Shayeb,” kata Tantowi saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (29/3).
Tantowi menambahkan, tindakan tegas harus dilakukan ketika perundingan dalam pembebasan WNI tidak menemui kesepakatan.
“Tindakan tegas hanya digunakan ketika perundingan mentok. Tindakan tegas yang dibangun diatas kerjasama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara sahabat,” sebut politikus Golkar itu.
(Karel Stefanus Ratulangi
Jangan Coba-coba Berbuat Asusila di Tanah Datar, Penjara Adat Siap Menanti

Jangan Coba-coba Berbuat Asusila di Tanah Datar, Penjara Adat Siap Menanti

10:40 PM Add Comment
 Jangan Coba-coba Berbuat Asusila di Tanah Datar, Penjara Adat Siap Menanti
TANAH DATAR - Salah satu Nagari (setingkat kelurahan :red) yang bernama Nagari Tigo Jangko yg berada di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) memiliki sebuah penjara unik.

Penjara unik ini diperuntukkan kepada pelaku yang kedapatan berbuat asusila atau perzinaan di Nagari yang terletak sekitar 45 Km dari kota Batusangkar itu.

Semenjak adanya "Penjara Nagari" ini perbuatan zina maupun penyakit masyarakat lainnya kini nyaris terkikis habis dari desa itu. Warga tak berani lagi berbuat "macam-macam", karena sanksi adat menunggu.

Siapa saja yang tertangkap tangan berzina dan tindak asusila lainnya, dikurung di penjara itu sebelum diserahkan kepada aparat berwajib. "Sebelum dikurung di penjara nagari ini, pelaku juga akan diarak keliling kampung," jelas Walinagari Indra Gunalan dan Pimpinan Kerapatan Adat Nagari (KAN) H. Masrul Yakin Dt. Paduko Kayo.

Sejak dibangun beberapa tahun lalu, di penjara nagari ini sudah pernah dikurung beberapa orang yang tertangkap tangan melakukan tindak asusila. Ada oknum niniak mamak, ada pula sepasang muda-mudi yang berbuat tak senonoh di dalam nagari Tigo Jangko. Para pelaku, jelasnya, juga diarak keliling kampung dengan diiringi bunyi-bunyian yang terbuat dari tempurung kelapa.

Sejak itu, jelasnya, nagari yang berpenduduk 7.206 jiwa tersebut benar-benar sudah bersih dari tindakan asusila. "Tak ada yang berani berbuat macam-macam di sini lagi. Hukuman seperti ini terbukti ampuh," jelasnya.

Menurut Indra, bangunan penjara berukuran sangat kecil itu memang memiliki dua gonjong, sebab memanfaatkan bekas bangunan lumbung yang sudah tak terpakai lagi.

"Bentuknya saja yang mirip lumbung, tapi lantaran berada di komplek kantor walinagari, bukan di samping rumah gadang, maka bentuk dan arsitekturnya tak perlu diperdebatkan. Kami berpikir, fungsinya itu lebih kepada memberi pembelajaran anak nagari," tutur Masrul.

Dijelaskan, membuat penjara pelanggaran norma-norma susila dan adat itu, sebenarnya merupakan ide dari Walinagari Indra. Awalnya, sebut dia, banyak juga warga yang menantang. Namun karena mereka menyadari manfaat keberadaan penjara nagari itu, maka kemudian warga malah memberi dukungan.

"Penjara nagari itu hanya media pencegahan dan pembelajaran. Tujuan kita adalah menjaga agar adat dan budaya terjaga dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Ajaran Islam yang jadi pegangan 100 persen anak nagari, dapat pula teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari," sebutnya. (Romeo)
SUMBER  minangkabaunews.com
Kalah Judi AHOK Gantung diri !!!!

Kalah Judi AHOK Gantung diri !!!!

3:34 AM Add Comment
 Kalah judi Rp 300 juta, A Hok gantung diri di teras rumah
Merdeka.com - Seorang pria yang dikenal dengan nama A Hok (54) ditemukan tewas tergantung di teras rumahnya di Jalan AR Hakim Lorong Dahlia No 10, Medan, Senin (13/10) siang. Tauke daging babi ini diduga nekat mengakhiri hidupnya karena kalah judi.

Informasi dihimpun, tubuh kaku A Hok pertama kali ditemukan anaknya yang akan ke luar rumah. Dia terkejut melihat ayahnya tergantung dengan leher terikat tali rapia hijau.

"Anaknya langsung teriak histeris. Warga pun datang ke sini," kata Rian (36), seorang warga.

Bukan hanya warga, belakangan petugas Polsek Medan Area dan tim identifikasi Polresta Medan pun turun ke lokasi kejadian. Setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mayat korban disemayamkan di Balai Sosial Angsapura.

Penyebab kenekatan A Hok belum diketahui pasti. Namun, ada warga yang menduga tauke babi itu nekat mengakhiri hidupnya karena kalah judi di Belawan.

"Kalah judi dia (A Hok) di Belawan, tadi malam. Kalahnya Rp 300 juta," kata A Cai, pria Tionghoa yang mengaku kenal dengan A Hok.

Warga setempat juga mengaku mengenal A Hok sebagai sosok yang gemar main judi. "Dia bahkan main judi sampai ke Malaysia," kata Rian, seorang warga.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Agus S Praja mengatakan, hasil penyelidikan sementara A Hok bunuh diri, karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuhnya. Pihak keluarga juga tidak bersedia jasadnya diautopsi.

Mengenai motif bunuh diri itu, Agus mengatakan, mereka belum bisa memastikan. Soal informasi korban bunuh diri karena kalah judi, Agus mengaku belum mengetahui. "Dari pihak keluarga tidak ada mengatakan itu, tapi mungkin saja korban bunuh diri karena kalah judi," pungkasnya
loading...