loading...
Showing posts with label Minangkabau. Show all posts
Showing posts with label Minangkabau. Show all posts
PLN Agam Lakukan Pemadaman Listrik Sembilan Jam

PLN Agam Lakukan Pemadaman Listrik Sembilan Jam

5:30 AM Add Comment
Lubuk Basung, (AntaraSumbar) - PT PLN (Persero) Rayon Lubuk Basung, Kabupaten Agam akan melakukan pemadaman listrik selama sembilan jam dampak pengantian kabel tanah di Gardu Induk (GI) Maninjau, Sabtu (23/4).

"Pemadaman ini dilakukan mulai pukul 9:30 WIB sampai 17:00 WIB. Namun kami berusaha untuk menganti kabel ini secepatnya sehingga pada pukul 15:00 WIB akan selesai dilakukan," kata Manajer PT PLN Ranting Lubuk Basung, Monli Arsyi di Lubuk Basung, Jumat.

Untuk menganti kabel di Gardu Induk (GI) Maninjau menuju Lubuk Basung sepanjang 15 meter itu, pihaknya menurunkan tim dengan jumlah sebanyak 10 orang.

Penggantian kabel ini menyebabkan pemadaman listrik di wilayah kerja PT PLN Rayon Lubuk Basung yang meliputi, Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Palembayan.

"Saya memintak maaf kepada pelanggan dengan pemadaman ini," ujarnya.

Untuk pemadaman ini, PLN Rayon Lubuk Basung telah memberikan surat pemberitahuan kepada seluruh intansi, masyarakat dan lainnya. Dengan cara ini, masyarakat tidak mengeluhkan pemadaman itu.

Sebelumnya, PLN Rayon Lubuk Basung juga melakukan pemadaman selama sembilan jam untuk menganti kabel itu pada Sabtu (16/4). Namun pekerjaan tidak selesai dan dilanjutkan pada Sabtu (23/4).

Ia menambahkan pelanggan PT PLN Rayon Lubuk Basung berjumlah sebanyak 41.373 pelanggan yang tersebar di Unit Lubuk Basung, Batu Kambing, Palembayan, Maninjau, Tiku, Batu Nanggai dan Padang Koto Gadang.

Salah seorang warga Lubuk Basung, Irwandi berharap PLN Rayon Lubuk Basung bisa menyelesaikan pekerjaan itu secepatnya, agar pemadaman tidak begitu lama.

"Apabila pemadaman cukup lama, pelanggan tidak bisa melakukan aktifitas seperti, mencucui pakaian, memasak dan lainnya," katanya. (*)


Editor : Joko Nugroho
sumber : ANTARASUMBAR 2016
 
Rohana Kudus, Wartawati Pertama Indonesia yang Dibenci Belanda

Rohana Kudus, Wartawati Pertama Indonesia yang Dibenci Belanda

7:22 AM Add Comment
 Rohana Kudus
 JAKARTA -- Sejarawan Islam, Tiar Anwar Bachtiar mengatakan, sebenarnya banyak muslimah yang laik menjadi tokoh pahlawan Indonesia, bukan hanya Kartini saja. Namun peran Kartini sebagai pahlawan tidak terlepas dari peran Belanda yang punya kepentingan di sana.

Belanda tidak pernah melirik Rohana Kudus untuk dijadikan tokoh pahlawan karena perjuangannya untuk Indonesia. Sebab, Belanda menganggap Rohana sebagai musuh besarnya.

Rohana, ujar Tiar, merupakan pemimpin redaksi sebuah surat kabar anti-Belanda."Ia merupakan jurnalis Indonesia pertama yang hidup sejaman dengan Kartini," ujarnya, Selasa, (21/4).

Surat kabar yang diterbitkan oleh Rohana sangatlah keras dan anti-Belanda. Itu sebabnya, Belanda tak mendukung ia menjadi tokoh pahlawan.

Menurut Tiar, dengan suksesnya Rohana menjadi pemimpin redaksi menunjukkan kalau umat Islam di Indonesia saat itu sudah menjunjung tinggi hak-hak wanita. "Rohana bisa menjadi pemimpin redaksi berarti secara struktur sosial tak ada masalah wanita menjadi pemimpin tertinggi dari sebuah sistem."

Apa yang diceritakan surat-surat Kartini dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang tidak bisa menggambarkan kondisi perempuan Indonesia seluruhnya. Dalam buku tersebut, seolah seluruh perempuan Indonesia kondisinya tertindas, padahal dalam faktanya malah ada yang jadi pemimpin redaksi.

Bahkan, karena jasanya yang luar biasa, termasuk mengajarkan pendidikan budi pekerti,  agama, bahasa Belanda, politik, jurnalistik, sastra kepada orang di sekitarnya, ia mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Ia meraih penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia dan Perintis Pers Indonesia.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
Hafiz Quran Bebas Pilih Sekolah Di Padang

Hafiz Quran Bebas Pilih Sekolah Di Padang

9:12 PM Add Comment
 
Padang, - Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyatakan siswa penghafal Al-Quran atau hafiz dapat bebas memilih sekolah sesuai keinginannya.

"Siswa yang mampu hafal 1 juz, 3 juz dan 5 juz Al-Quran dapat masuk ke sekolah sesuai jenjang kelanjutannya," katanya di Padang, Sabtu.

Dia menyebutkan pihaknya telah memiliki kebijakan, siswa SD yang hafal 1 Juz Al Quran akan dibebaskan untuk masuk SMP mana pun yang ada di Padang.

Sedangkan siswa SMP yang hafal 3 Juz dibebaskan memilih sekolah menengah diantara jumlah yang ada. Dan siswa SMA yang hafal 5 Juz diberi kesempatan masuk secara khusus ke universitas seperti yang dilakukan Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, tambahnya.

"Siswa penghafal Al Quran dijamin memiliki tingkat kepintaran dan kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak akan ada kerugian bagi sekolah penerimanya," ujarnya.

Untuk itu, dia mengapresiasi bagi sekolah atau perguruan tinggi di Padang yang telah menggalakkan program hafal Al Quran bagi siswa atau mahasiswa.

Seperti yang dilakukan oleh SMA 2 Padang, kata dia perlu dicontoh oleh sekolah lainnya.

Sebab dengan begitu sekolah tersebut telah melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusianya, sebutnya.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Andalas Padang, Tafdil Husni mengatakan manusia penghafal Al Quran termasuk golongan yang berintelektual tinggi.

Sebagai bukti, tambahnya saat lomba Musabaqah Tilawatil Quran, hafiz mahasiswa di Unand sebagian besar berasal dari fakultas yang favorit seperti Kedokteran, Teknik, dan MIPA.

Disamping itu secara akademik, sebagian besar memiliki prestasi yang tidak kalah baiknya, lanjutnya.

Sementara itu salah satu Ulama di Padang, Yaswirman menyebutkan penghafal Al Quran perlu diapresiasi.

Meskipun begitu bakat tersebut harus disalurkan pada hal yang positif.

Sebab banyak santri yang hafal Al Quran justru pada perkembangannya menjadi pribadi yang negatif, ujarnya. (*)  sumber : AntaraSumbar

Gubernur: Program KB Bisa Terkendala Ketidaktahuan Masyarakat

Gubernur: Program KB Bisa Terkendala Ketidaktahuan Masyarakat

10:53 PM Add Comment
 
Padang, - Pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di daerah bisa terkendala oleh ketidaktahuan masyarakat, terutama di daerah terpencil, karena itu sosialisasi perlu dilakukan dengan lebih giat oleh instansi terkait.

"Kalau perlu lakukan sistem jemput bola dengan mendatangi mereka untuk mensosialisasikan KB agar program bisa berjalan sukses," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tahun 2016 di Padang, Kamis (7/4).

Ia menjelaskan merujuk pada data yang ada, program KB cenderung lebih berhasil di daerah perkotaan, dibandingkan daerah yang terpencil. Karena itu, ia meminta agar sosialisasi dilakukan hingga daerah-daerah terjauh.

"Selain itu, koordinasi dengan TNI dan Polri di daerah harus ditingkatkan," sebutnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Sumbar Nofrijal menerangkan terkait program KB, saat ini sudah dicanangkan delapan kampung KB di kabupaten/kota, masing-masing di Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Pasaman, Tanah Datar.

"April 2016 ini kami juga sudah menjadwalkan pencanangan kampung KB pada enam kabupaten dan kota lainnya yakni Sijunjung, Solok Selatan, Kota Solok, Padang Panjang, Pariaman, dan Sawahlunto.

Sementara untuk program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), sampai akhir Desember 2015 indikator capaian dapat melampaui target nasional.

"Peserta KB baru yang berhasil dilayani selama tahun 2015 adalah sebesar 128373 atau 119,83 % dari target Nasional yang dibebankan ke Sumbar," katanya. (*) sumber (AntaraSumbar)
Nenek yang Tinggal di Tanjung Sani Ini Ketahuan Simpan Ganja

Nenek yang Tinggal di Tanjung Sani Ini Ketahuan Simpan Ganja

6:24 PM Add Comment

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)
LUBUK BASUNG – Seorang nenek bernama Elida (61) ditangkap polisi karena menyimpan daun ganja di rumahnya di Tanjung Sani, Agam.
Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono, Kamis (7/4) mengatakan saat ini Elida diamankan di Mapolres setempat untuk penyidikan lebih lanjut.
“Elida diamankan beserta tersangka lainnya yang tertangkap lebih duluan di salah satu warung di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, atas nama Sawaludin (27),” tambahnya.
Dijelaskan, tersangka diringkus setelah pengembangan penangkapan Awaludin di warung milik Epa (35) di Sungai Batang, Tanjung Raya, Rabu sekitar pukul 15:20 WIB.
Saat itu, petugas yang melakukan penggeledahan menemukan empat paket ganja pada jaket milik tersangka.
“Kami juga mengamankan dua unit telepon genggam dan uang diduga hasil penjualan daun ganja sebesar Rp52.000,” sebutnya.
Kepada petugas, Awaludin mengaku ganja itu diperoleh dari DS (34), warga Jorong Pandan, Nagari Tanjung Sani, Tanjung Raya, dengan jarak dari lokasi penangkapan sekitar delapan kilometer.
Mendapatkan informasi itu, polisi langsung menuju rumah DS. Tetapi yang membuka pintu ibunya, Elida. Setelah itu, Elida mencoba menghalangi anggota untuk menggeledah rumahnya dengan cara menutup pintu.
Setelah menutup pintu, Elida berusaha untuk menyimpan daun ganja ke daerah lain. Namun anggota berhasil membuka pintu dan langsung mengeledah.
Dari hasil pengeledaan, anggota berhasil menemukan 20 paket daun ganja berukuran kecil dan sedang, yang disimpan dibawah tempat duduk dan di bawah kasur.
“Saat pengeledahan, Elida memegang kaleng rokok dan anggota mencoba untuk meminta. Dengan kejelian anggota, Elida menyerahkan kaleng rokok tersebut dan teryata kaleng rokok itu berisi daun ganja,” katanya.
Sementara Elida mengaku tidak mengetahui di dalam kaleng rokok itu berisi daun ganja, karena kaleng tersebut biasanya tempat menyimpan uang miliknya.(aci)
sumber:antara
Wisatawan Riau Diberitakan Dipakuak Pedagang Nasi Kapau, Ini Reaksi Walikota

Wisatawan Riau Diberitakan Dipakuak Pedagang Nasi Kapau, Ini Reaksi Walikota

6:21 PM Add Comment

Wisatawan Riau Diberitakan Dipakuak Pedagang Nasi Kapau, Ini Reaksi Walikota

Los Lambuang Bukittinggi (bhellabhello.wordpress.com)
Los Lambuang Bukittinggi (bhellabhello.wordpress.com)
BUKITTINGGI – Pemko Bukittinggi menindaklanjuti pemberitaan terkait pedagang makanan berupa Nasi Kapau di Los Lambuang yang mematok harga tinggi sehingga merugikan wisatawan asal Pekanbaru, Riau, yang berkunjung ke daerah itu.
“Kami akan tindaklanjuti pemberitaan miring tersebut. Saya telah instruksikan Dinas Pengelola Pasar dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan untuk memeriksa langsung ke lokasi,” kata Wali Kota setempat, M. Ramlan Nurmatias.
Ia menegaskan, bila kemudian terbukti pedagang merugikan pembeli karena mematok harga tinggi, pihaknya akan menindak tegas pedagang tersebut, namun bila berita tersebut tidak terbukti, ia akan memproses pihak penyebab pemberitaan miring itu.
Sementara berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Kepala Bagian Humas Pemerintah kota Bukittinggi, Yulman Kepala Dinas Pengelola Pasar, Evis Syahri Munir dan Kepala Diskoperindag, M. Idris di Los Lambuang tersebut tidak ditemukan pedagang yang menjual makanan dengan harga tinggi.
“Kami sudah tanya delapan pedagang Nasi Kapau di sana, namun mereka mengatakan tidak ada wisatawan asal Pekanbaru yang makan di tempat mereka dan dikenai harga hingga Rp600.000 untuk tiga porsi makanan,” kata Kabag Humas Bukittinggi, Yulman.
Ia mengatakan para pedagang tersebut telah menyepakati bersama bahwa standar harga untuk satu porsi makanan dengan satu potong lauk harganya Rp25.000, dan Rp45.000 untuk harga dengan dua potong lauk.
“Kami sangat sayangkan pemberitaan tersebut, karena selain merugikan para pedagang, juga merugikan daerah,” ujarnya.(aci)
sumber:antara

Sejarah Panjang Islam Diminangkabau (masuknya islam di minangkabau ) part I

8:44 PM Add Comment

Karakter masyarakat Minangkabau yang lebih terbuka dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya membuat masyarakat Minangkabau berada pada posisi yang dapat dengan mudah menerima pengaruh kebudayaan luar secara cepat sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai adat, budaya dan filosofi hidupnya, yang telah ada sejak dulu. Meski demikian, mereka juga sangat kritis terhadap setiap budaya yang masuk dari luar. 

Karena itu pula, setiap budaya yang datang dari luar yang tidak sesuai dengan budayanya tidak akan bertahan lama, seperti budaya dan ajaran yang dibawa oleh agama Hindu-Buddha.[1] 

Minangkabau dengan kebudayaannya yang khas telah ada jauh sebelum Islam datang, bahkan juga jauh sebelum agama Buddha dan Hindu memasuki wilayah Nusantara (Indonesia). Dengan demikian, dapat dipahami bahwa budayanya itu telah mencapai bentuk yang terintegrasi sebelum agama Hindu dan Buddha serta agama islam datang. Adatnya yang didasarkan pada perasaan, hati nurani dan hukum alam yang termuat dalam “Tungko tigo sajarangan, yaitu alua jo patuik, anggo jo tango dan raso jo pareso”.


Masuknya Islam ke Minangkabau

Islam masuk ke Minangkabau diperkirakan sekitar abad VII M. Meskipun begitu ada juga pendapat lain, yaitu abad XIII, namun para sejarawan sepakat menyatakan bahwa penyebaran Islam melalui tiga jalur :

Pertama, jalur dagang. Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa Minangkabau selain terletak pada jalur yang strategis dalam hal perdagangan juga merupakan penghasil komoditi pertanian dan rempah-rempah terbesar di pulau Sumatera seperti lada dan pala. Potensi demikian mengundang minat para pedagang asing untuk memasuki dan mengembangkan pengaruhnya di Minangkabau. Dan diantara para pedagang asing tersebut, ada pedagang Islam yang mereka juga menyebarkan Islam.

Adanya interaksi dalam hal perdagangan dan pergaulan maka secara tidak langsung, mereka juga telah menyiarkan Islam. ini menunjukkan bahwa penyiaran Islam ketika itu telah berlangsung meskipun belum terencana dan terprogram.[2]

Karena itulah, banyak diantara tokoh-tokoh Minang tertarik dengan Islam, apalagi praktik hidup mereka. Salah satu yang mendorong dan mudahnya mereka menerima Islam adalah ajarannya yang sederhana dan mudah dipahami, lagipula budaya dan falsafah adat yang dianut dan sifat yang lebih terbuka memberikan nuansa positif bagi perkembangan Islam di wilayah ini.

Namun demikian penyiaran Islam sempat terhenti pada periode ini karena terhalang oleh tindakan Dinasti Cina T’ang yang merasa kepentingan ekonominya di Minangkabau Timur terancam oleh Khalifah Umayyah. Keadaan ini berlangsung lebih kurang 400 tahun. Akibatnya perkembangan Islam pun terhenti sampai tahun 1000 M.

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa pengembangan Islam pada dekade ini dilakukan melalui pendekatan kultural, yaitu disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat Minang.

Kedua, penyiaran Islam tahap ini berlangsung pada saat Pesisir Barat Minangkabau berada di bawah pengaruh Aceh (1285-1522 M). Sebagai umat yang telah terlebih dulu masuk Islam, pedagang Aceh juga berperan sebagai Mubaligh. Mereka giat melakukan penyiaran dan mengembangkan Islam di daerah pesisir dimana mereka berdagang terutama wilayah dibawah pengaruh Aceh (Samudra Pasai). Salah satu faktor pendorong mereka adalah hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa “Sampaikanlah ajaranku meskipun hanya satu ayat”. Sejak itu Islamisasi di Minangkabau dilakukan secara besar-besaran dan terencana. Keadaan ini berlangsung pada abad XV M.

Pada masa ini pula seorang putra Minangkabau Burhanuddin, putra Koto Panjang Pariaman, masuk Islam. ia kemudian pergi Aceh menuntut ilmu keislaman pada Syaikh Abdur Rauf. Setelah pulang dari aceh, ia secara intensif mulai mengajarkan Islam di daerahnya terutama sekitar Ulakan. Ternyata apa yang ia usahakan disambut baik oleh masyarakat untuk mempelajari dari berbagai pelosok Minangkabau.

Dalam waktu relatif pendek, Ulakan menjadi ramai dikunjungi masyarakat untuk mempelajari Islam lebih jauh. Padahal sebelumnya,, Ulakan hanya suatu daerah terpencil. Sejak itu sampai sekarang tempat ini masih ramai dikujungi oleh umat Islam dari berbagai penjuru tanah air, terutama pada bulan Shafar.

Melalui murid-murid Burhanuddin lah Islam berkembang sampai ke daerah Darek (dataran tinggi). Sehubungan dengan itu muncul pepatah adat mengatakan bahwa syarak mandaki adat menurun. Artinya, Islam mulai dikembangkan dari di daerah pesisir ke daerah pedalaman, sementara adat berasal dari darek baru kemudian dikembangkan ke daerah rantau termasuk pesisir.[3]

Ketiga, Islam dari pesisir Barat terus mendaki ke daerah Darek. Pada periode ini kerajaan Pagaruyung sebagai pusat pemerintahan Minangkabau masih menganut agama Buddha, namun demikian, sebagian besar masyarakat telah menganut Islam, pengaruhnya begitu nampak di dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan ini bagi Pagaruyung hanya menunggu waktu memeluk Islam. sehubungan dengan hal itu, Islam baru masuk menembus Pagaruyung setelah Anggawarman Mahadewa, sang raja, memeluk Islam. setelah ia masuk Islam namanya diganti dengan Sultan Alif.

Sejak itu, Pagaruyung resmi menjadi kerajaan Islam dan sekaligus raja melakukan perombakan dan penyempurnaan sistem pemerintahan disesuaikan dengan lembaga yang telah berkembang di dunia islam. Penyempurnaan yang dilakukan adanya lembaga pemerintahan bari di tingkat atas, yaitu raja ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus. Lembaga ini merupakan imbangan terhadap raja adat berkedudukan di Buo. Masuknya Anggawarman mahadewa masuk Islam, secara tidak langsung penyebaran Islam makin luas hampir ke seluruh wilayah Minangkabau.

Hal ini tentu saja tidak terlepas dari pengaruh dan dukungan yang diberikan Sultan Alif terhadap penyiaran Islam. Meksipun ketika itu penguasa memberikan dukungan penuh kepada para da’I, namun penyiaran Islam tidak dilakukan melalui pendekatan kekuasaan, tetapi tetap melalui pendekatan kultural masyarakat, sehingga tidak terjadi akses negative, apalagi meresahkan masyarakat setempat.[4]

Berdasarkan fakta sejarah tersebut, kehadiran Islam bagi masyarakat Minangkabau merupakan suatu rahmat, karena dengan ajaran Islam adat Minangkabau semakin kokoh dan sempurna. Sehubungan dengan itu, Syaifullah berpendapat bahwa sejak Islam menjadi agama masyarakat Minangkabau, adatnya mengandung ajaran-ajaran yang bersamaan dalam bidang sosial. Dengan begitu adat Minangkabau juga mengandung ajaran tentang aturan yang mengatur tentang hubungan antara sesama manusia, hubungan manusia dengan Khaliqnya, aturan tentang membina persatuan, aturan tentang memegang teguh prinsip musyawarah atau mufakat, dan tujuan yang hendak dicapai dengan mempergunakan ajaran yang empat macam sebagai pegangan dan pedoman.[5]

Berdasarkan paparan di atas proses masuknya Islam ke Minangkabau tidak terlepas dari peran Ulama Aceh, salah satunya adalah Syaikh Abdur Rauf, yang turut menyiarkan dan menyebarkan Islam melalui Syaikh Burhanuddin.

Dan Al-Qur’an bagi orang Minang merupakan konstitusi tertinggi bagi budaya dan masyarakat. Karenanya tidak masuk akal jika ada orang Minang yang beragama selain Islam. Dan tidak pula keliru menyebut bahwa orang Minang yang pindah agama tidak lagi berada dalam koridor ke-Minangkabauannya. Karena itu aib besar bagi seorang Minang dikatakan tidak beradat dan tidak beragama (Islam).[6]


Footnote :

[1] Bakhtiar, dkk., Ranah Minang Di Tengah Cengkeraman Kristenisasi, Bumi Aksara, 2005, hlm. 7.

[2] Ibid, hlm. 16-17.

[3] Ibid, hlm. 17-18.

[4] Ibid, hlm. 18-19.

[5] Ibid, hlm. 19-20.

[6] Ibid, hlm. 31-33.
sumber : http://jilbabkujiwaku.blogspot.co.id/

PLN Jamin Listrik Tak Padam Selama UN

PLN Jamin Listrik Tak Padam Selama UN

3:31 AM Add Comment
Padang, (AntaraSumbar) - PLN Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menjamin tidak akan ada pemadaman listrik selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016.

"Kami jamin ketersediaan listrik tersebut, karena kami telah melakukan antisipasi dan tindak siap siaga ke lokasi sekolah yang bersangkutan," kata Kepala Divisi Humas PLN Wilayah Sumbar, Ridwan di Padang, Senin.

Ia mengatakan, pemadaman bergilir untuk saat ini tidak dilakukan, sedangkan jaringan yang perlu pemeliharaan yang nantinya akan mengganggu proses UNBK maka untuk sementara ditangguhkan dulu.

"Karena menyediakan listrik untuk UN itu sudah menjadi kewajiban PLN tiap tahunnya, jadi hal ini menjadi perhatian penting bagi kami," ujarnya.

Katanya melanjutkan, pihaknya juga melakukan survei dan pemeriksaan terhadap kelistrikan sekolah pelaksana UNBK.

"Daya listrik di masing-masing sekolah sudah mencukupi, namun untuk berjaga-jaga terkait masalah teknis kelistrikan. Selain menyiapkan genset, tiga teknisi khusus akan kami siagakan pada 39 sekolah se-Sumbar tersebut," ujarnya.

UN sudah masuk pada program nasional untuk itu pihak PLN Sumbar siap menyukseskan UNBK di Sumbar, dengan beberapa tindakan ansipasi ini, katanya.

UN tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dilaksanakan pada 4--6 April 2016.

Ketua Panitia UN 2016 Sumbar Nasmeri menyebutkan sebanyak 84 ribu siswa mengikuti UN di daerah ini pada 5.862 sekolah tersebar di 19 kabupaten dan kota.

Ia menambahkan UN berbasis komputer baru diikuti 45 sekolah terdiri atas SMK 35 sekolah, SMA empat sekolah dan SMP enam sekolah. (*)


Editor : Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2016
Gerebek Bandar Sabu, Kapolres Limapuluh Kota Lesatkan Tembakan

Gerebek Bandar Sabu, Kapolres Limapuluh Kota Lesatkan Tembakan

11:42 PM Add Comment
ilustrasi (net)
LIMAPULUH KOTA – Tersangka bandar sabu-sabu, Ombi (36) diringkus polisi bersama tiga rekannya di sebuah rumah di di Pintu Koto, Bukik Limbuku, Harau.
Tiga rekannya tersebut yakni, Hanifala (25), Dedi (34) dan Alfi  (27). Tersangka Alfi merupakan mantan anggota polisi yang dipecat karena terlibat kasus narkoba. Polisi menyita seperempat ons sabu, ditambah 40 paket kecil, 14 inex, dan beberapa bong.
Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani menyebutkan penangkapan keempat
tersangka berkat pengembangan informasi yang diperoleh dari Ali Akbar
(38) alias Bongkeng yang sebelumnya dibekuk di depan sebuah sekolah
dasar di Kawasan Payakumbuh Timur.
Penggerebekan sempat diwarnai letusan senjata api oleh Kapolres
Limapuluh Kota AKBP Bagus Supratomo dengan anggota Satresnarkoba
Payakumbuh, karena beberapa tersangka berusaha melakukan perlawanan dan
melarikan diri.(bayu)
Mantaap !!! Satpol PP Akan Ditempatkan di Kecamatan untuk Cegah Maling dan Perampokan

Mantaap !!! Satpol PP Akan Ditempatkan di Kecamatan untuk Cegah Maling dan Perampokan

11:38 PM Add Comment
Satpol PP (net)
Satpol PP (net)
PADANG – Pemko akan mengupayakan penambahan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) di lingkungan kecamatan, guna meminimalisasi kejahatan maling dan perampokan.
“Kami sedang melakukan perekrutan anggota Satpol PP yang nantinya beberapa akan ditempatkan di Kecamatan untuk menjaga keamanan warga,” kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah.
Menurutnya hal ini perlu dilakukan untuk menanggapi keluhan beberapa warga seperti yang ada di Sawahan Kecamatan Padang Timur yang mengaku sering mengalami peristiwa kemalingan.
Selain menambah anggota baru, pihaknya juga akan memberdayakan anggota yang telah ada dan diperbantukan ke kecamatan.
Di samping itu juga melakukan penambahan sarana prasarana satpol PP yang sejauh ini masih dinilai kurang. “Apabila kesemuanya telah berjalan sebagaimana mestinya, diharapkan dapat berkinerja cepat,” tambahnya.
Terutama dalam mengantisipasi dan mencegah kembali beraksinya maling dan pencuri di lingkungan warga.(aci)
sumber:antara
Polisi Temukan Brankas Berisi BPKB, Surat Nikah dan Buku Tabungan di Solok

Polisi Temukan Brankas Berisi BPKB, Surat Nikah dan Buku Tabungan di Solok

11:22 PM Add Comment
Ilustrasi (okezone.com)
SOLOK – Polres Solok menemukan brankas berisikan barang-barang berharga, yang belum diketahui pemiliknya di kawasan Jorong Air Rarak, Nagari Kampuang Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar.
“Brankas itu ditemukan petugas Polsek Lembah Gumanti pada Jumat 1 April 2016 sekitar pukul 17.30 WIB,” ujar Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Budi Satria, Minggu (3/4).
Dalam brankas berukuran sedang berwarna kecoklatan dengan merek president itu, terdapat sejumlah surat-surat penting, diantaranya paspor atas nama Azarjan Nurdin dan Zuraida.
“Ada pula dua buku nikah atas nama Azarjan dengan Jalius,” tambahnya.
Selain itu, terdapat tiga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil atas nama Ratna Delvia, Baharuddin dan Azarjan. Lalu, buku tabungan pada bank berbeda atas nama Azarjan.
Saat ditemukan petugas, kondisi pintu brankas tersebut sudah terlepas dan terlihat rusak.
Pihaknya belum berani memastikan apakah brankas ini tercecer atau dicuri oleh orang lain, kemudian dibuang. “Bagi masyarakat yang merasa kehilangan brankas dengan ciri-ciri seperti tersebut diatas, silahkan melapor ke petugas di Mapolres Solok,” lanjutnya.(aci)
Sumber : hariansinggalang.com

Ini 5 Film Bertema Minangkabau Yang Bisa Kamu Tonton Gratis di Youtube

5:27 AM Add Comment
Di Sumatera Barat sebenarnya banyak cerita-cerita yang bisa diangkat ke dalam sebuah film. Entah itu cerita mengenai kehidupan sosial masyarakat, adat dan kebudayaannya, hingga cerita horor dan legenda.
Namun sayangnya meskipun cerita-cerita tersebut diangkat menjadi film, masih sangat sulit untuk bisa menikmati dan mengapresiasi karya-karya tersebut.
Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya karena film-film tersebut umumnya belum diproduksi untuk sebuah keperluan komersial, sehingga distribusinya pun masih terbatas.
Tapi ada beberapa film yang diupload melalui youtube dan bisa kita tonton secara gratis. Setidaknya film-film ini bisa mengobati kerinduan kita akan tontonan dengan cerita khas mengenai kampung halaman dan kebudayaan Minangkabau.
Berikut 5 Film Bertema Minangkabau Yang Bisa Kamu Tonton Gratis di Youtube:

1. Adu Kabau

Film ini disutradarai Vanni Jamin. Jika Dunsanak mengira film ini tentang adu kerbau yang terjadi dalam sejarah minangkabau, maka Dunsanak salah besar.
Film ini justru memberikan pesan bahwa adu kerbau adalah sebuah pertandingan yang menyiksa binatang dan seharusnya dihentikan.
Dalam film ini, yang menjadi pusat cerita adalah Pandi anak dari Bahar seorang yang mengadu kerbau demi menjunjung tinggi harkat dan martabat keluarganya. Ia melakukan adu kerbau turun temurun dari keluarganya. Tapi ternyata ia ditentang oleh anaknya sendiri, Pandi.
Disinilah kemudian Pandi berusaha untuk mengakhiri kegiatan adu kerbau yang justru menyiksa kerbau. Dunsanak bisa menonton filmnya secara lengkap melalui video ini.
https://www.youtube.com/watch?v=qV-8JdXggtA

2. Minang Lenguage Film

Minang Lenguage Film, begitulah judul film ini diberikan. Tak jelas siapa yang membuat film ini. Namun film ini sarat akan pesan moral bagi kita dalam menjalani kehidupan.
https://www.youtube.com/watch?v=VwA1eahDEJs

3. Minang, Maminang

Film ini disutradarai oleh M. Arfi Mustakim, mahasiswa lulusan ISI Yogyakarta. Film ini bercerita tentang polemik maminang di Minangkabau dimana pihak wanitalah yang ‘manjapuik’ atau meminta lelaki untuk menikah. Masalah inilah yang kemudian dihadapi Rizal dan Rina.
Meskipun beberapa translate bahasa Minang ke bahasa Indonesia ada yang rancu namun ceritanya cukup menarik. Silahkan ditonton disini:

4. Gilo Ampok

Film ini bercerita tentang seorang pria bernama Kasim yang gemar berjudi. Kegemarannya berjudi tersebut menimbulkan masalah bagi dirinya dan keluarganya. Hingga keluarganya berakhir tragis dan ia pun harus mendekam dalam penjara.

5. Pitaruah Mandeh

Ini adalah film tersedih yang ada di list ini. Daripada saya ceritakan, lebih baik ditonton langsung ya



Sumber : http://www.infosumbar.net/
 Nelayan Saniang Baka Hilang di Danau Singakarak

Nelayan Saniang Baka Hilang di Danau Singakarak

4:36 AM Add Comment
 Warga bersama petugas penyelamat bersama-sama mencari nelayan yang hilang di Danau Singakarak. (rusmel)
 Warga bersama petugas penyelamat bersama-sama mencari nelayan yang hilang di Danau Singakarak. (rusmel)

AROSUKA – Seorang nelayan di perairan Danau Singkarak, Zul Effendi Naro (55), dikhabarkan hilang sejak Sabtu (2/4), di danau yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi warga jorong Balai Gadang, Nagari Saning Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak tersebut.
Hingga Minggu (3/4) siang, masyarakat bersama petugas BNPB, Polair Polres Solok Kota dan relawan lainnya, masih melakukan pencarian .
Informasi yang dikumpulkan Singgalang, hilangnya Zul Naro berawal dari laporan istrinya pada masyarakat setempat. Lantaran tak pulang-pulang hingga pukul 17.00 Wib. Setelah dicari, istri korban hanya menemukan pakaian dan 1 unit telepon genggam milik korban.
Walinagari Saning Baka, Ridwan Husein menyebutkan, para nelayan seperti biasa di kawasan Danau Singkarak, pada pukul 16.00 Wib siang, pergi ke Muaro mendatangi  mendatangi bagan masing-masing. Biasanya, para nelayan kembali pulang ke rumah sekitar pukul 18.30 Wib atau paling telat pukul 20.00 Wib. ” Tetapi  Zul Naro belum pulang-pulang juga, meski malam sudah tiba,” kata Ridwan Husein.
Pihak  keluarga bersama  masyarakat Saning Bakar langsung melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Singkarak.
Kapolsek Singkarak, AKP Mushendri bersama jajarannya langsung melakukan koordinasi dengan petugas lainnya untuk melakukan pencarian.
Mapolsek bersama petugas Polair Polres Solok Kota, petugas BPBD dan masyarakat setempat masih melakukan pencarian korban. Tokoh pemuda Saningbaka yang juga bendahara IWS Kota Solok,Nofita Naizar kepada Singgalang menyebutkan proses pencarian korban masih dilakukan.
Hampir semua warga Saningbaka keluar rumah dan berharap korban segera ditemukan. ” Pencarian dilakukan hingga ke tengah danau dengan melibatkan banyak petugas penyelamatan,” ucap Nofita. (rusmel)
Sumber : hariansinggalang.com
Warga Pauh Doakan Keselamatan Wendi yang ditahan di Filipina

Warga Pauh Doakan Keselamatan Wendi yang ditahan di Filipina

2:35 AM Add Comment
Wendi. (*)

PADANG – Sejumlah warga di Kecamatan Pauh, Padang menggelar doa untuk keselamatan Wendi Rakhadian salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Tunda Brahma 12 yang dibajak oleh kelompok Abu Sayyaf pada Sabtu (26/3).
“Doa bersama ini sebagai wujud kepedulian terhadap musibah yang dialami salah seorang warga kami,” kata Camat Pauh, Wardas Tanjung di Padang, Jumat, usai pelaksanaan kegiatan.
Ia menyebutkan keluarga Wendi beralamat di Jalan DR M. Hatta, RT 01, RW 01, Kelurahan Padar Ambacang, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
“Ini tidak hanya musibah bagi keluarganya namun juga bagi kami bahkan negara, dengan doa bersama selain meminta kepada Allah agar Wendi selamat, juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama,” ujarnya.
Ia berharap dalam penanganan kasus ini Pemerintah Indonesia tidak gegabah sehingga semua ABK bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka seperti sebelumnya.
Sementara itu, orang tua laki-laki Wendi Rakhadian, Aidil mengucapkan terimakasih atas kepedulian warga di kecamatan itu dengan digelar doa bersama. (rahmat) Suimber : hariansinggalang.com
Banjir Koto Sani, 2.000 Warga Menyelamatkan Diri

Banjir Koto Sani, 2.000 Warga Menyelamatkan Diri

9:28 PM Add Comment


Salah satu daerah terkena banjir di Koto Sani. (rusmel)
Salah satu daerah terkena banjir di Koto Sani. (rusmel)
AROSUKA – Tokoh masyarakat setempat Syafri Dt. Siri Marajo memastikan seluruh warga dari 4 jorong di Nagari Koto Sani yang terkena banjir, Jumat (1/4) dalam kondisi aman. Hampir sebanyak 2.000 jiwa juga ikut menyelamatkan diri dari amukan air bah tersebut.
” Seumur-umur, sudah 60 tahun umur saya, ini musibah terbesar yang saya tahu melanda Koto Sani,” ujar mantan Ketua DPRD yang juga Ketua LKAAM Kab. Solok itu.
Kondisi ini,  menurut Camat X Koto Singkarak  Irwan diperparah oleh saluran irigasi yang tak mampu lagi menampung volume air  akibat saluran dan gorong-gorong yang tertutup material.
Irwan menjelaskan, setidaknya ada tiga jorong yang terkena dampak  air bah, yakni Limo Niniek, Kasiek, Padang Belimbing. Sedangkan  Ujung Ladang bahkan terisolasi karena akses. jalan ke ke jorong tersebut tertimbun longsor.
” Ada 11 titik longsor disepanjang ruas jalan  jorong tersebut,” jelasnya.(rusmel) SUmber : hariansinggalang.com
Mayat DPO Rampok di Mangilang Tiba di Payakumbuh, Rekannya Diamankan di Mapolres Limapuluh Kota

Mayat DPO Rampok di Mangilang Tiba di Payakumbuh, Rekannya Diamankan di Mapolres Limapuluh Kota

12:52 AM Add Comment

  Mayat DPO Rampok di Mangilang Tiba di Payakumbuh, Rekannya Diamankan di Mapolres Limapuluh Kota
PAYAKUMBUH  Jenazah Raf, tersangka anggota kawanan rampok 'The Bandits' yang tewas dalam operasi penyergapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di wilayah Langgam, Kabupaten Pelalawan akhirnya tiba di Payakumbuh pukul 21.15 Wib. Jenazahnya langsung di titip di ruang mayat Rumah Sakit Adnan WD.
Raf  tewas setelah ditembak setelah sempat melakukan perlawanan kepada aparat kepolisian Limapuluh Koto yang melakukan penyergapan di tempat persembunyiannya di salah satu kawasan perkebunan di daerah Langgam, pelalawan Riau. 
Saat itu, dia sempat menyerang aparat kepolisian dengan menggunakan sebilah parang. Sempat mendapat tembakan peringatan, Raf malah nekat melarikan diri, sehingga akhirnya polisi melepaskan tembakan ke arah paha dan kaki. 
Dia tewas dalam perjalanan dari Langgam ke Pekanbaru karena pendarahan dan tidak tertolong saat dibawa ke RS Bhayangkara di Pekanbaru.
Raf sendiri diduga merupakan salah seorang anggota pelaku perampokan dan perkosaan yang terjadi di daerah Manggilang, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa bulan lalu. Pasca kejadian itu, tersangka Raf bersama rekannya Ang, kabur ke daerah Pekanbaru, Riau. 
Menurut keterangan Kanit Patroli Polres 50 Kota, Atmaji sugeng, ia dan dua anggota, Dodi dan Dahman Panjaitan sengaja menunggu mobil ambulan Biddokkes polda riau, di perbatasan Riau dan Sumatera Barat.
"Jasad Rafi dibawa langsung ke RSUD Adnan Wd untuk disemayamkan, sedangkan tersangka Agil langsung di bawa ke Mako Polres " ujar Atmaji menjelaskan disela-sela kesibukan memasukkan jasad Rafi ke kamar mayat.
"Untuk info lebih lanjut hubungi Kapolres AKBP Bagus", ujar kanit patroli Atmaji seperti dilansir dari Minang terkini. (R01/MT) SUMBER : (RIAUSKY.COM)-
Anak Padangpanjang Berpeluang Kuliah Gratis ke Cina

Anak Padangpanjang Berpeluang Kuliah Gratis ke Cina

11:30 PM Add Comment

Kesempatan Belajar ke Cina
PADANGPANJANG- Tahun 2016 tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kota Padangpanjang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma dan Sarjana di Perguruan Tinggi terbaik di Negeri Tirai Bambu, China, melalui jalur Beasiswa dengan berbagai pilihan jurusan. Kesempatan terbuka bagi 50 oraang peminat tanpa proses seleksi ditambah 10 orang untuk program khusus Farmasi Herbal.
Kesempatan ini membuat harapan Walikota Padangpanjang Hendri Arnis untuk mengokohkan pendidikan dasar dan menengah Kota Padang Panjang berdaya saing global namun tetap dengan karakter Minangkabau dan berbasis nilai-nilai keislaman yang kuat semakin menjadi kenyataan. Maneger Yayasan Indonesia Tionghoa Cultural Centre (ITCC), Andreas, langsung datang ke Padangpanjang, Rabu, 30 Maret 2016, memberikan sosialisasi dan motivasi dihadapan 250 siswa SLTA dan perwakilan orang tua di Aula SMP Hikmah.
Melihat tingginya respon sekolah dan pemerintah kota, melalui Dinas Pendidikan, Andreas, memberikan kesempatan yang semula disediakan hanya untuk 15 orang ditambah menjadi 50 orang peminat yang bersungguh-sungguh tanpa ada proses seleksi. Dan ditambah pula 10 quota untuk program khusus Farmasi Herbal.
“Yang paling cepat merespon dan melengkapi persyaratan itu lah yang diterima,” katanya.
Kesempatan Belajar ke Cina
Disebutkan, pendaftaran dan kelengkapan administrasi dibuka sampai tanggal 25 April 2016. Adapun persyaratan yg diminta adalah paspor, Kartu Keluarga (KK), surat pernyataan dan dukungan orang tua, serta keterangan telah menamatkan sekolah dari kepala sekolah atau ijasah SMA/SMK/MA. Pendaftaran dipusatkan di SMP Hikmah Padang Panjang.
Dijelaskan Andreas, bagi yang dinyatakan diterima akan mengikuti pembelajaran Bahasa Mandarin di SMP Hikmah yang juga telah ditetapkan sebagai Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin di Wilayah Sumatera oleh ITCC. Keberangkatan ke China dijadwalkan bulan September 2016. Selama di China mereka akan mengikuti perkuliahan dan tinggal di asrama yang sangat layak di kampus masing-masing tanpa biaya (free).
Kecuali untuk jurusan kedokteran dan untuk keperluan pribadi, seperti makan minum, buku, dan keperluan pribadi lainnya. Bagi yang mengambil jurusan kedokteran dikenakan biaya pendidikan yang juga cukup murah karena disubsidi oleh Pemerintah China.
ITCC adalah yayasan yang berpusat di Surabaya didirikan oleh Dahlan Iskan (Jawa Pos Group). Semenjak tahun 2007 telah menyalurkan beasiswa kepada ribuan putra putri Indonesia, khususnya di wilayah tengah dan timur. Kota Padang Panjang adalah yang pertama kali untuk wilayah barat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang Desmon, Kamis (1/4) dengan adanya kesempatan tersebu akan semakin tinggi pula peluang anak-anak Kota Padangpanjang untuk menimba pendidikan di luar negeri. “Harapan Walikota Hendri Arnis akan semakin terwujud, anak-anak padangpanjang akan memiliki daya saing di era globalisasi,” kata Desmon.
Desmon juga mengungkapkan beberapa prestasi anak-anak Kota Padangpanjang beberapa waktu lalu. Tahun lalu siswa SMP Negeri 4 Padang Panjang tampil gemilang pada Asean-China Youth Festival di Pekan Baru. Di awal tahun 2016, 35 orang siswa SMP Hikmah dan SMPN 5 juga sukses menjalani misi edukasi dan seni budaya ke Malaysia serta tampil memukau di hadapan 3.000 mahasiswa Universitas Tekhnologi Mara, Malaysia. (fb/Humas) sumber : padangmedia.com
loading...