loading...
loading...
Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Kritisi Pedas Prof Yusril Ihza Mahendra Terhadap Kepemimpinan Presiden Jokowi

7:17 AM 1 Comment
Simak Video dibawah Ini, Begitu Lugas dan Jelas nya Prof Yusril Ihza Mahendra
Menjelaskan tentang Kondisi Negara Hari Ini
1. Tentang Presiden Harus Tegas dan Berani dalam Mengelola Negara
2. Mengembalikan Aset Negara Kemada Rakyat dan Pribumi
3. Tata Kelola Negara yang Seharusnya Membutuhkan Wibawa Presiden


Hari Kebangkitan Nasional Budi Utomo atau SDI ?

12:47 AM Add Comment

Akhir2 ini sedang marak perayaan yang disebut 1 abad “kebangkitan nasional” yang mengacu pada berdirinya Budi Utomo 20 Mei 1908 dengan alasan Budi Utomo adalah organisasi pelopor pergerakan, padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional adalah kekeliruan. Karena berdasar fakta sejarah Syarikat Islam berdiri lebih dulu (1905), di lain sisi juga tidak ada alasan yang menguatkan Budi Utomo sebagai organisasi yang layak disebut pelopor perjuangan kemerdekaan. Biar lebih enak saya bahas point by point:
Mana yang lebih dulu?
Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) berdiri tahun 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto, ini lebih dulu 3 tahun sebelum adanya Budi Utomo yang baru berdiri 20 Mei 1908, dimana perkumpulan BU ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. Tapi entah karena kebodohan atau memang kesengajaan, buku pelajaran sejarah yang beredar di kalangan pelajar seakan menutup-nutupi hal ini. ðŸ˜•
Apa tujuan berdirinya?
Syarikat Islam bercita-citakan kemerdekaan Islam Raya dan Indonesia Raya. Budi Utomo? memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura (Budi Utomo hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura).
Sikap terhadap penjajah Belanda?
Syarikat Islam bersikap non-kooperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda, sedangkan Budi Utomo bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda.
Mana yang memperjuangkan kemerdekaan?
Syarikat Islam berjuang melawan penjajahan demi memperjuangkan kemerdekaan Islam dan Indonesia sehingga banyak anggotanya yang berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul. Sebaliknya, Budi Utomo sebagai pegawai (baca:antek2) yang digaji oleh sang Tuan (baca:penjajah), tentu saja ingin mempertahankan keadaan, sehingga tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, malah mendukung tetapnya penjajahan.
Sifat Organisasinya?
Syarikat Islam bersifat kerakyatan (tidak hanya kaum ningrat tapi juga rakyat jelata), terbuka bagi semua rakyat Indonesia (tidak hanya Jawa dan Madura) yang mayoritas Islam, membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya. Sedangkan Budi Utomo seperti kita ketahui organisasi sempit yang bersifat feodal dan keningratan karena anggotanya hanya kalangan priyayi, bahkan lebih sempit lagi hanya untuk kalangan Jawa dan Madura saja (Saking chauvinisnya, Betawi sekalipun tidak boleh), selain itu Budi Utomo juga sikapnya anti terhadap islam.
KH Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam,  bahkan menyebutkan, “Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka“.
Bukan itu saja, di belakang Budi Utomo pun terdapat fakta yang mencengangkan, banyak tokohnya yang ternyata merupakan anggota aktif Freemasonry. Dalam buku Dr. T.H. Stevens, seorang sejarawan Belanda, berjudul “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” disebutkan beberapa tokohnya —yang dilengkapi foto-foto ekslusif sebagai buktinya— antara lain: Sultan Hamengkubuwono VIII, RAS. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Paku Alam VIII, RMAA. Tjokroadikoesoemo, DR Radjiman Wedyodiningrat, dan banyak pengurus lainnya. Bahkan ketua pertamanya yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry.
Simpulannya, kalaulah demikian, memaksakan Budi Utomo sebagai tonggak kebangkitan nasional sebenarnya sudah bukan kontroversi melainkan pemaksaan sejarah, dan lebih jauh lagi penghinaan terhadap perjuangan kemerdekaan umat islam di Indonesia.
“yang salah koq dipelihara, tanya kenapa?” ðŸ™„
“terbuktilah pepatah: sejarah itu milik penguasa”
sumber : faisalman

Menjadi Distributor Politik Uang Ahok, Bank DKI Dilaporkan ke OJK

12:20 AM Add Comment

- Bank DKI Jakarta diduga ikut bermain dan terlibat basah dalam kampanye petahana Ahok-Djarot. 
Pasalnya, salah satu BUMD milik Pemprov DKI itu ikut ambil bagian dalam memfasilitasi program kampanye paslon nomor 2 melalui program bantuan lanjut usia (lansia), berupa Kartu Jakarta Lansia (KJL).
Berdasarkan temuan tersebut, Tim Pemenangan Anies-Sandi melalui Tim Hukum dan Advokasi melaporkan Bank DKI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta.
Wakil Ketua Tim Hukum dan Advokasi Anies -Sandi, Yupen Hadi menyatakan, hari ini Kamis (13/4/2017), pihaknya telah melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan Bank DKI tersebut. ‎
"Kami, Tim Advokasi kemarin (Rabu, 12/4/2017) telah melaporkan dugaan pelanggaran itu kepada Bawaslu DKI. Dan hari ini kita sudah melaporkan juga ke OJK," kata Yupen di Posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).
Yupen meminta, agar OJK segera mengusut dugaan penyimpangan prosedur perbankan yang dilakukan jajaran Direktur Bank DKI, Kresno Sediarsi‎ dan Direksi Bank DKI, ‎Martono Soeprapto.
Dia mengungkapkan, berdasarkan temuan di lapangan, pihaknya menemukan bukti rekening Simpeda Bank DKI tanpa adanya nominal setoran.
"Para lansia diarahkan membuka rekening Simpeda Bank DKI, mereka diberi kemudahan, buku rekening itu semacam dibagi-bagikan gitu. Awalnya, katanya cukup menyetorkan uang tunai Rp 50 ribu.‎ Tapi, buku tabungan yang kami peroleh tidak ada isinya, tapi sudah punya nomor rekening. Jelas ini menyalahi prosedur perbankan," beber Yupen.
Bahkan, lanjut Yupen, hingga hari ini sejumlah kantor Bank DKI masih terus dipadati warga lanjut usia. Kantor Bank DKI yang didatangi para lansia diantaranya Bank DKI Kantor Camat Johar Baru dan Bank DKI Syariah di Pusat Promosi Ikan Hias UKMK.
Tidak hanya itu, Yupen juga mempertanyakan sumber dana program KJL tersebut. Karena dia memastikan program KJL tidak ada dalam pos anggaran APBD 2017.
"Makanya, kami minta Bank DKI sebaiknya segera mengklarifikasi. Kalau itu pakai uang pribadi, itu namanya politik uang. Kalau gitu, Bank DKI telah bertindak sebagai distributor money politik paslon nomor 2," jelas Yupen.
Dia menambahkan, bantuan lansia berkedok program KJL merupakan program dadakak menjelang pencoblosan 19 April 2017.
"Karena itu, patut diduga Bank DKI ikut bermain untuk memuluskan kampanye paslon petahana. Saya kira OJK harus turun tangan," ujar Yupen.
"Asal-usul uang itu harus dijelaskan dari mana. Kalau dari APBD saya pastikan tidak ada. Jadi, harus diusut tuntas," katanya.
Yupen menerangkan, bukti temuan yang sudah di laporkan ke OJK diantaranya adalah pelanggaran yang dilakukan Bank DKI kantor cabang di Pecenongan, Cempaka Putih Barat, dan Pramuka.
"Jadi, kami minta pelanggaran perbankan ini agar dihentikan," papar Yupen. Menurutnya, surat laporan juga ditembuskan kepada pihak Bank Indonesia (BI).
Seperti diketahui, program KJL yang dimaksud adalah Bank DKI memberikan kepada warga lansia untuk mendapatkan bantuan uang senilai Rp 600 ribu, dengan syarat membuka rekening dengan saldo Rp 50 ribu. (icl) sumber : teropong senayan

Ahok-Djarot Bagi-bagi Sembako, Polisi Bantah Memihak

1:08 AM 8 Comments

Kampanye tim Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat yang membagi-bagikan sembako di salah satu kawasan di Jakarta Timur menjadi bahasan yang ramai dibicarakan publik saat ini. Sebab, pembagian sembako dalam kampanye merupakan sesuatu hal yang dilarang. Semakin viral setelah aksi bagi-bagi sembako tersebut juga dikawal aparat kepolisian.
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, terkait adanya petugas kepolisian yang ikut mengawal aksi bagi-bagi sembako, pihaknya membantah jika langkah itu bagian dari dukungan terhadap salah satu pasangan calon. Melainkan suatu bentuk pengamanan.
"Kepentingan kami, pengamanan masyarakat. Apabila ada kegiatan di masyarakat, tentu polisi hadir," kata Martinus, di Cikini Jakarta Pusat, Sabtu 15 April 2017.
Martinus juga mengatakan, meski dalam suatu kegiatan yang diamankan oleh polisi berpotensi terjadi pelanggaran, pihaknya tetap bakal melakukan pengamanan agar kondisi tetap kondusif. Ia membantah jika polisi disebut tak netral dalam kontestasi pilkada.
"Netralitas kami sudah pasti. Apabila dalam suatu kegiatan yang diamankan oleh polisi itu ada pelanggaran, itu bukan berarti polisi mendukung pelanggaran itu," ujarnya. "Jadi saya kira terkait hal tersebut perlu dipahami konteksnya. Jadi sekali lagi saya tekankan itu murni pengamanan." (one) sumber : Viva

Ahok Tersangkut UU ITE gara-gara Iklan Kampanye yang menyudutkan umat Islam

7:29 AM Add Comment


Pengamat Hukum, dikutip dari : Republika
Chudry Sitompul mengatakan :  video kampaye pasangan calon Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dapat terjerat pelanggaran UU ITE, dengan tuduhan penyebaran berita bohong. Chudry berharap, pihak berwajib dapat segera menindaklanjuti masalah ini agar tidak menimbulkan masalah lain.
"Ini kan mengandung hal berbau sara. Jika menyiarkan atau memberikan hal-hal yang berbau SARA maka dapat dihukum, apalagi jika itu menggunakan sarana sosial media," ungkap Chudry, Selasa (11/4).
Dia menilai, video tersebut adalah tindakan penyebaran hal berbau SARA dengan menggunakan sarana informatika. Menurut dia, hal ini dapat melanggar UU ITE dengan pelanggaran penyebaran konten berbau SARA.
"Tersangkut UU ITE, dengan pelanggaran dengan penyebaran konten berbau SARA, dengan kemungkinan hukuman lebih dari lima tahun penjara," ujar dia.
Chudry juga mengomentari ungkapan salah satu tim sukses Ahok-Djarot, Eva Sundari yang mengatakan video kampanye tersebut adalah penggambaran dari realitas yang terjadi saat ini. Menurut Chudry, apa yang diungkapkan Eva tersebut adalah hal yang mengada-ada dan tidak pernah terjadi.
"Kalau dibilang realita? maka realita yang mana?" tanya Chudry.
Sebelumnya, Tim sukses pasangan calon nomor dua Eva Sundari mengatakan dalam video kampanye Ahok-Djarot memiliki komitmen untuk mewujudkan nilai-nilai pancasila; keberagaman, toleransi, kesejahteraan dan keadilan. Eva mengatakan, semua konten yang ada dalam video kampanye Ahok-Djarot adalah cerminan realitas.

“Iya video itu dibuat oleh kami. Tapi jangan diframe sebagai propaganda. Itu realitas bukan rekayasa, ada fakta-fakta di sekitar kita—jumlah spanduk, pengadangan, penghalangan, dan penggunaan rumah ibadah, fasilitas umum dan lain-lain,” ujar Eva, Senin (10/4).

Sementara dikutip dari kumparan.com Aa Gym protes keras atas iklan kampanye yang menistakan Umat Islam Itu 

"Pak Ahok saya protes keras mengapa dalam video kampanyenya sangat zalim menjadikan orang yang berkopiah dan berselempang sorban sebagai pembuat kerusuhan ganyang Cina," kata Aa Gym dalam akun instagramnya @aagym, Senin (10/4).
Menurut Aa Gym, bagian video itu sebagai fitnah sangat keji.
"Kami tak pernah melakukan perbuatan itu, sekalipun berjuta-juta kaum muslimin berkumpul tetap menghormati etnis dan agama orang Tionghoa," jelas Aa Gym.

Jika Pa ahok akan menggambarkan kaum Tionghoa istimewa silakan saja, tapi memfitnah kaum muslimin berkopiah adalah perbuatan yang sangat hina dan keji

- Aa Gym

Aa Gym juga memberikan imbauan, umat Islam agar tenang tidak terprovokasi dengan video itu.
"Kepada umat Islam diharapkan tetap tenang tak terprovokasi dan bersikap jernih dalam menyikapi kampanye kotor ini Kepada aparat diharapkan segera bersikap adil dan tegas agar tak menimbulkan masalah baru dengan adanya fitnah video ini," terang Aa Gym yang juga pernah ikut aksi 212 ini.
"Kepada aparat diharapkan segera bersikap adil dan tegas agar tak menimbulkan masalah baru dengan adanya fitnah video ini," tutup dia. (adn)

loading...