loading...
loading...
Showing posts with label Minangkabau. Show all posts
Showing posts with label Minangkabau. Show all posts
PLN Agam Lakukan Pemadaman Listrik Sembilan Jam

PLN Agam Lakukan Pemadaman Listrik Sembilan Jam

5:30 AM Add Comment
Lubuk Basung, (AntaraSumbar) - PT PLN (Persero) Rayon Lubuk Basung, Kabupaten Agam akan melakukan pemadaman listrik selama sembilan jam dampak pengantian kabel tanah di Gardu Induk (GI) Maninjau, Sabtu (23/4).

"Pemadaman ini dilakukan mulai pukul 9:30 WIB sampai 17:00 WIB. Namun kami berusaha untuk menganti kabel ini secepatnya sehingga pada pukul 15:00 WIB akan selesai dilakukan," kata Manajer PT PLN Ranting Lubuk Basung, Monli Arsyi di Lubuk Basung, Jumat.

Untuk menganti kabel di Gardu Induk (GI) Maninjau menuju Lubuk Basung sepanjang 15 meter itu, pihaknya menurunkan tim dengan jumlah sebanyak 10 orang.

Penggantian kabel ini menyebabkan pemadaman listrik di wilayah kerja PT PLN Rayon Lubuk Basung yang meliputi, Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Palembayan.

"Saya memintak maaf kepada pelanggan dengan pemadaman ini," ujarnya.

Untuk pemadaman ini, PLN Rayon Lubuk Basung telah memberikan surat pemberitahuan kepada seluruh intansi, masyarakat dan lainnya. Dengan cara ini, masyarakat tidak mengeluhkan pemadaman itu.

Sebelumnya, PLN Rayon Lubuk Basung juga melakukan pemadaman selama sembilan jam untuk menganti kabel itu pada Sabtu (16/4). Namun pekerjaan tidak selesai dan dilanjutkan pada Sabtu (23/4).

Ia menambahkan pelanggan PT PLN Rayon Lubuk Basung berjumlah sebanyak 41.373 pelanggan yang tersebar di Unit Lubuk Basung, Batu Kambing, Palembayan, Maninjau, Tiku, Batu Nanggai dan Padang Koto Gadang.

Salah seorang warga Lubuk Basung, Irwandi berharap PLN Rayon Lubuk Basung bisa menyelesaikan pekerjaan itu secepatnya, agar pemadaman tidak begitu lama.

"Apabila pemadaman cukup lama, pelanggan tidak bisa melakukan aktifitas seperti, mencucui pakaian, memasak dan lainnya," katanya. (*)


Editor : Joko Nugroho
sumber : ANTARASUMBAR 2016
 
Rohana Kudus, Wartawati Pertama Indonesia yang Dibenci Belanda

Rohana Kudus, Wartawati Pertama Indonesia yang Dibenci Belanda

7:22 AM Add Comment
 Rohana Kudus
 JAKARTA -- Sejarawan Islam, Tiar Anwar Bachtiar mengatakan, sebenarnya banyak muslimah yang laik menjadi tokoh pahlawan Indonesia, bukan hanya Kartini saja. Namun peran Kartini sebagai pahlawan tidak terlepas dari peran Belanda yang punya kepentingan di sana.

Belanda tidak pernah melirik Rohana Kudus untuk dijadikan tokoh pahlawan karena perjuangannya untuk Indonesia. Sebab, Belanda menganggap Rohana sebagai musuh besarnya.

Rohana, ujar Tiar, merupakan pemimpin redaksi sebuah surat kabar anti-Belanda."Ia merupakan jurnalis Indonesia pertama yang hidup sejaman dengan Kartini," ujarnya, Selasa, (21/4).

Surat kabar yang diterbitkan oleh Rohana sangatlah keras dan anti-Belanda. Itu sebabnya, Belanda tak mendukung ia menjadi tokoh pahlawan.

Menurut Tiar, dengan suksesnya Rohana menjadi pemimpin redaksi menunjukkan kalau umat Islam di Indonesia saat itu sudah menjunjung tinggi hak-hak wanita. "Rohana bisa menjadi pemimpin redaksi berarti secara struktur sosial tak ada masalah wanita menjadi pemimpin tertinggi dari sebuah sistem."

Apa yang diceritakan surat-surat Kartini dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang tidak bisa menggambarkan kondisi perempuan Indonesia seluruhnya. Dalam buku tersebut, seolah seluruh perempuan Indonesia kondisinya tertindas, padahal dalam faktanya malah ada yang jadi pemimpin redaksi.

Bahkan, karena jasanya yang luar biasa, termasuk mengajarkan pendidikan budi pekerti,  agama, bahasa Belanda, politik, jurnalistik, sastra kepada orang di sekitarnya, ia mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Ia meraih penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia dan Perintis Pers Indonesia.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
Hafiz Quran Bebas Pilih Sekolah Di Padang

Hafiz Quran Bebas Pilih Sekolah Di Padang

9:12 PM Add Comment
 
Padang, - Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyatakan siswa penghafal Al-Quran atau hafiz dapat bebas memilih sekolah sesuai keinginannya.

"Siswa yang mampu hafal 1 juz, 3 juz dan 5 juz Al-Quran dapat masuk ke sekolah sesuai jenjang kelanjutannya," katanya di Padang, Sabtu.

Dia menyebutkan pihaknya telah memiliki kebijakan, siswa SD yang hafal 1 Juz Al Quran akan dibebaskan untuk masuk SMP mana pun yang ada di Padang.

Sedangkan siswa SMP yang hafal 3 Juz dibebaskan memilih sekolah menengah diantara jumlah yang ada. Dan siswa SMA yang hafal 5 Juz diberi kesempatan masuk secara khusus ke universitas seperti yang dilakukan Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, tambahnya.

"Siswa penghafal Al Quran dijamin memiliki tingkat kepintaran dan kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak akan ada kerugian bagi sekolah penerimanya," ujarnya.

Untuk itu, dia mengapresiasi bagi sekolah atau perguruan tinggi di Padang yang telah menggalakkan program hafal Al Quran bagi siswa atau mahasiswa.

Seperti yang dilakukan oleh SMA 2 Padang, kata dia perlu dicontoh oleh sekolah lainnya.

Sebab dengan begitu sekolah tersebut telah melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusianya, sebutnya.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Andalas Padang, Tafdil Husni mengatakan manusia penghafal Al Quran termasuk golongan yang berintelektual tinggi.

Sebagai bukti, tambahnya saat lomba Musabaqah Tilawatil Quran, hafiz mahasiswa di Unand sebagian besar berasal dari fakultas yang favorit seperti Kedokteran, Teknik, dan MIPA.

Disamping itu secara akademik, sebagian besar memiliki prestasi yang tidak kalah baiknya, lanjutnya.

Sementara itu salah satu Ulama di Padang, Yaswirman menyebutkan penghafal Al Quran perlu diapresiasi.

Meskipun begitu bakat tersebut harus disalurkan pada hal yang positif.

Sebab banyak santri yang hafal Al Quran justru pada perkembangannya menjadi pribadi yang negatif, ujarnya. (*)  sumber : AntaraSumbar

Gubernur: Program KB Bisa Terkendala Ketidaktahuan Masyarakat

Gubernur: Program KB Bisa Terkendala Ketidaktahuan Masyarakat

10:53 PM Add Comment
 
Padang, - Pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di daerah bisa terkendala oleh ketidaktahuan masyarakat, terutama di daerah terpencil, karena itu sosialisasi perlu dilakukan dengan lebih giat oleh instansi terkait.

"Kalau perlu lakukan sistem jemput bola dengan mendatangi mereka untuk mensosialisasikan KB agar program bisa berjalan sukses," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tahun 2016 di Padang, Kamis (7/4).

Ia menjelaskan merujuk pada data yang ada, program KB cenderung lebih berhasil di daerah perkotaan, dibandingkan daerah yang terpencil. Karena itu, ia meminta agar sosialisasi dilakukan hingga daerah-daerah terjauh.

"Selain itu, koordinasi dengan TNI dan Polri di daerah harus ditingkatkan," sebutnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Sumbar Nofrijal menerangkan terkait program KB, saat ini sudah dicanangkan delapan kampung KB di kabupaten/kota, masing-masing di Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Pasaman, Tanah Datar.

"April 2016 ini kami juga sudah menjadwalkan pencanangan kampung KB pada enam kabupaten dan kota lainnya yakni Sijunjung, Solok Selatan, Kota Solok, Padang Panjang, Pariaman, dan Sawahlunto.

Sementara untuk program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), sampai akhir Desember 2015 indikator capaian dapat melampaui target nasional.

"Peserta KB baru yang berhasil dilayani selama tahun 2015 adalah sebesar 128373 atau 119,83 % dari target Nasional yang dibebankan ke Sumbar," katanya. (*) sumber (AntaraSumbar)
Nenek yang Tinggal di Tanjung Sani Ini Ketahuan Simpan Ganja

Nenek yang Tinggal di Tanjung Sani Ini Ketahuan Simpan Ganja

6:24 PM Add Comment

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)
LUBUK BASUNG – Seorang nenek bernama Elida (61) ditangkap polisi karena menyimpan daun ganja di rumahnya di Tanjung Sani, Agam.
Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono, Kamis (7/4) mengatakan saat ini Elida diamankan di Mapolres setempat untuk penyidikan lebih lanjut.
“Elida diamankan beserta tersangka lainnya yang tertangkap lebih duluan di salah satu warung di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, atas nama Sawaludin (27),” tambahnya.
Dijelaskan, tersangka diringkus setelah pengembangan penangkapan Awaludin di warung milik Epa (35) di Sungai Batang, Tanjung Raya, Rabu sekitar pukul 15:20 WIB.
Saat itu, petugas yang melakukan penggeledahan menemukan empat paket ganja pada jaket milik tersangka.
“Kami juga mengamankan dua unit telepon genggam dan uang diduga hasil penjualan daun ganja sebesar Rp52.000,” sebutnya.
Kepada petugas, Awaludin mengaku ganja itu diperoleh dari DS (34), warga Jorong Pandan, Nagari Tanjung Sani, Tanjung Raya, dengan jarak dari lokasi penangkapan sekitar delapan kilometer.
Mendapatkan informasi itu, polisi langsung menuju rumah DS. Tetapi yang membuka pintu ibunya, Elida. Setelah itu, Elida mencoba menghalangi anggota untuk menggeledah rumahnya dengan cara menutup pintu.
Setelah menutup pintu, Elida berusaha untuk menyimpan daun ganja ke daerah lain. Namun anggota berhasil membuka pintu dan langsung mengeledah.
Dari hasil pengeledaan, anggota berhasil menemukan 20 paket daun ganja berukuran kecil dan sedang, yang disimpan dibawah tempat duduk dan di bawah kasur.
“Saat pengeledahan, Elida memegang kaleng rokok dan anggota mencoba untuk meminta. Dengan kejelian anggota, Elida menyerahkan kaleng rokok tersebut dan teryata kaleng rokok itu berisi daun ganja,” katanya.
Sementara Elida mengaku tidak mengetahui di dalam kaleng rokok itu berisi daun ganja, karena kaleng tersebut biasanya tempat menyimpan uang miliknya.(aci)
sumber:antara
loading...